Pelatihan Ke-8 Program WIRAMA Ajarkan Pembuatan Sajadah dari Limbah Kain Perca Bernilai Ekonomi

Bogor, 27 Juli 2026 – Program WIRAMA (Wirausaha Mandiri dari Limbah Berharga) PT PLN (Persero) kembali menyelenggarakan pelatihan menjahit berbahan limbah kain perca sebagai bagian dari upaya meningkatkan keterampilan dan jiwa wirausaha masyarakat. Pada pelatihan ke-8 yang berlangsung Senin (27/7), peserta mempelajari pembuatan sajadah berbahan dasar kain perca yang memiliki nilai guna sekaligus nilai ekonomi.

Pelatihan yang berlangsung pukul 09.00–12.00 WIB tersebut diikuti oleh pengurus Yayasan BKPI dan 10 peserta. Dalam sesi praktik, peserta mempelajari seluruh tahapan pembuatan sajadah, mulai dari memilih dan memotong kain perca, menyusun pola patchwork, menjahit setiap potongan kain, memotong busa sebagai lapisan pelapis, hingga memasang kain katun sebagai lapisan akhir.

Materi pelatihan dirancang agar peserta tidak hanya memiliki kemampuan teknis menjahit, tetapi juga mampu menghasilkan produk yang berkualitas, memiliki nilai estetika, dan layak dipasarkan. Pemanfaatan limbah kain perca menjadi produk fungsional juga menjadi bagian dari penerapan konsep ekonomi sirkular yang diusung Program WIRAMA.

Selama pelatihan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti setiap tahapan praktik. Selain memperoleh keterampilan baru, mereka juga didorong untuk mengembangkan kreativitas melalui pemanfaatan limbah tekstil menjadi produk bernilai tambah.

Hingga memasuki bulan kedua pelaksanaan, Program WIRAMA telah menyelenggarakan delapan kali pelatihan menjahit dengan berbagai materi pengolahan limbah kain perca. Dari rangkaian pelatihan tersebut, peserta berhasil menghasilkan empat jenis produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi sebagai peluang usaha berbasis lingkungan.

Melalui pelatihan yang berkelanjutan, PT PLN (Persero) bersama Yayasan BKPI berharap semakin banyak masyarakat yang mampu mengembangkan keterampilan menjadi usaha mandiri, sekaligus berkontribusi dalam mengurangi limbah tekstil melalui penerapan ekonomi sirkular.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *